Kamis, 09 Juni 2011

Artikel psikolinguistik Andi

Psikolinguistik Menurut Jenis dan Cakupannya
Oleh : Andi Syahputra Harahap
PENGERTIAN DASAR PSIKOLINGUISTIK
Psikolinguistik adalah suatu studi mengenai penggunaan bahasa dan perolehan bahasa oleh manusia. Dari defenisi ini terlihat ada dua aspek yang berbeda, yaitu pertama perolehan yang menyangkut bagaimana seseorang, terutama anak-anak belajar bahasa dan kedua penggunaan yang artinya penggunaan bahasa oleh orang dewasa normal. Psikolinguistik membagi ke dalam tiga bidang utama sebagai berikut:
Psikolinguistik umum adalah suatu studi mengenai bagaimana pengamatan atau persepsi orang dewasa tentang bahasa dan bagaimana ia memproduksi bahasa. selain itu, juga mempelajari mengenai proses kognitif yang mendasarinya pada waktu seseorang menggunakan bahasa. ada dua cara dalam persepsi dan produksi bahasa ini, yaitu secara auditif dan visual. Persepsi bahasa secara auditif adalah mendengarkan dan persepsi bahasa secara visual adalah membaca.
1. Aliran Idealisme
Salah seorang tokoh aliran idealisme yang terkenal adalah Humbold. Ia sangat menaruh perhatian pada buku “Volker Psychologie” terutama mengenai aspek antropologi dan linguistiknya, dan mencoba membuat suatu teori tentang bahasa dan aspek-aspeknya.
2. Aliran Empirisme
Karya dibidang linguistik yang bersifat empiris yang pertama adalah dari Jacob Grimm, seorang linguis yang bekerja di Jerman pada permulaan abad ke-19. ia mempunyai pandangan yang empiristik dan tertarik pada segi fonologi.
W. Wundt
Mengenai inner language form, wundt membedakan secara jelas dua aspek sebagai berikut:
a. Aspek Linguistik (morfologi dan sintaksis)
b. Aspek dasar (aspek yang mendaari aspek linguistik)
Ferdinand De Soussure
Ferdinand de soussure adalah tokoh yang paling penting dalam linguistik. Dia adalah seorang pengajar pada Universitas Leipzig. Seorang linguistik yang memperkenalkan gagasan-gagasan yang masih dianggap penting dewasa ini.

C. TRADISI EROPA
Menjelang Perang Dunia II, kira-kira tahun 1938, psikologuistik menghilang dari percaturan ilmu di Eropa.
D. ALIRAN BEHAVIORISM
1. Linguistik di Amerika
Pada tahun 1933 Bloomfield mengarang buku baru yang berjudul ‘Language’. Meskipun setuju dengan pentingnya penggunaan teori S-R (Stimulus response) untuk menjelaskan tingkah laku manusia, namun ia tidak mempergunakan dasar-dasar prikologi bahasa menurut teori S-R dalam membahas bahasa.
2. Psikologi di Amerika
Watson, Wiss dan C. Norris (murid Pierce) adalah tokoh behaviorist di Amerika yang besar pengaruhnya terhadap C. Hull, seorang pencetus teori mediasi (Mediational Theory). C. Osgood, seorang murid Hull telah meluaskan teori mediasi dari Hull dalam usahanya untuk menjelaskan gejala bahasa.
E. AETIFICIAL INTELLIGENCE
Artificial intelligence adalah bagian dari ilmu komputer yang telah berkembang sejak tahun 50-an.
F. COMPETENCE DAN PERFORMANCE
Noom – Chomsky telah membedakan antara competence dengan performance. Competence adalah kapasitas kreatif dari pemakaian bahasa. Sedangkan yang dimaksud dengan performance adalah penggunaan bahasa secara aktual yang meliputi mendengarkan, berbicara, berpikir dan menulis.
G. STRUKTUR, FUNGSI DAN PROSES
1. Struktur Bahasa
Struktur bahasa adalah suatu sistem dimana unsur-unsur bahasa diatur dan dihubungkan satu dengan yang lain (Bloom dan Lahey, 1978, hlm. 132).
2. Fungsi Bahasa
Fungsi bahasa adalah alasan-alasan mengenai seorang berbicara. Ada dua macam fungsi bahasa yaitu:
a. Fungsi bahasa yang bersifat intrapersonal (mathetik)
b. Fungsi bahasa yang bersifat interpersonal (progmatik),
3. Proses Bahasa
Proses bahasa adalah suatu deskripsi tentang alat-alat, materi dan prosedur yang ada dalam mental kita yang dipergunakan manusia untuk memproduksi dan mengerti bahasa.
H. STRUKTUR BAHASA
Struktur bahasa menyangkut beberapa bidang yaitu : bidang semantik, bidang sintaksis, bidang morfologi dan bidang fonologi.
1. Bidang Semantik
Semantik adalah studi mengenai “arti” suatu perkataan atau kalimat.
2. Bidang Sintaksis
Sintaksis adalah bagian dari tata basa yang mempelajari dasar-dasar dan proses – proses pembentukan kalimat dalam suatu bahasa (Gorys keraf, 1982).
3. Bidang Morfologi
Morfologi ialah ilmu yang membicarakan morfem serta bagaimana morfem itu dibentuk menjadi kata (Yus Badudu, 1976).
4. Bidang Fonologi
Fonologi merupakan salah satu bagian dari tata bahasa, yaitu bagian yang mempelajari bunyi-bunyi bahasa pada umumnya (G. keraf)

PSIKOLINGUISTIK UMUM

Pada Bab II ini, kita akan membahas fungsi bahasa dan proses berbahasa pada orang dewasa, yang merupakan bagian dari psikolinguistik Umum karena menyangkut persepsi orang dewasa tentang bahasa dan bagaimana ia memproduksi bahasa.
A. FUNGSI BAHASA
Untuk menjelaskan hal itu, perlu dijelaskan terlebih dahulu tiga aspek penting dari fungsi bahasa, yakni:
• Speech Act
• Propositional Content
• Thematic Structure
1. Speech Act
Pada waktu seseorang berbicara, ia sebenarnya memperlihatkan suatu speech act tertentu yang dapat berupa action meminta, meyakinkan, berjanji, menyuruh dan lain-lainnya.
2. Propositional Content
Thematic Structure adalah penilaian tentang keadaan mental (mental state) pendengar pada saat seseorang berbicara.
3. Thematic Structure
Kalimat itu mempunyai fungsi memperinci ide-ide yang menjadi kerangka speech act. Ide-ide ini sering pula disebut sebagai ideational content dari sebuah kalimat atau dalam ilmu psikolinguistik disebut propositional content).
B. PROSES BERBAHASA
1. Mengenal bunyi-bunyi (the speech recognizer)
Sistem ini berfungsi untuk mengenal bunyi-bunyi yang diucapkan manusia sebagai suatu bahasa tertentu.
2. Analisis Kalimat atau parser
Fungsi analisis kalimat adalah untuk menganalisis struktur kalimat. Dalam hal ini ia harus mendeteksi bagaimana haisl roses kerjasama antara tiga sistem dalam CPU (Central processing Unit).
3. Sistem Konseptual (The Conceptual System)
Sistem konseptual merupakan inti dari penggunaan bahasa oleh manusia, oleh karena proses berpikir yang mendasari tingkah laku manusia seperti problem solving (pemecahan masalah), membuat keputusan (decision making), penggunaan bahasa dan lain-lain terdapat dalam sistem konseptual.
4. Generator Kalimat (The sentence Generator)
Sesudah struktur konseptual terbentuk pada seseorang, kini tinggal bagaimana mengekspresikan nya ke dalam bahasa ucapan. Tugas ini menjadi tanggungjawab generator kalimat.
5. Artikulator
Sistem ini berfungsi untuk mengucapkan kata-kata. Artikulatorbertugas menyampaikan susunan yang dibentuk oleh generator kalimat kepada bagian artikulais.
6. Leksikon
Lesikon mental meliputi semua pengetahuan yang dipunyai pemakai bahasa, yang berhubungan dengan akta-kata dalam khasanah perbendaharaan kata atau dengan akta lain arti akta-kata, ciri-ciri morfologi, ciri-ciri sintaksis, cara mengucapan, cara mengeja (Kempen, 1981, hlm. 16).

PSIKOLINGUISTIK PERKEMBANGAN

A. PERKEMBANGAN FONOLOGI
Bayi yang berumur 3 hingga 4 bulan mulai memproduksi bunyi-bunyian. Pada usia antara 5 dan 6 bulan ia mulai mengoceh.
Pada pertengahan tahun pertama, anak-anak mulai membedakan bunyi-bunyi (Ervin Tripo, 1970) dan selanjutnya dikatakan bahwa persepsi (speech perception) kelihatannya tergantung pada interaksi anak dengan lingkungannya.

B. PERKEMBANGAN SEMANTIK
Dalam usahanya ini, mereka mulai dengan dua asumsi mengenai fungsi dan isi dari suatu bahasa, yaitu:
(1) Bahasa dipergunakan untuk komunikasi
(2) Bahasa mempunyai arti dalam suatu konteks tertentu
C. PERKEMBANGAN SINTAKSIS
Dalam perkembangan sintaksis bahasa Inggris, urutan kata penting karang mula-mula belum ada infleksi, sehingga si anak dalam struktur sintaksisnya bersandar pada urutan kata. Demikian juga dalam bahasa Rusia dan Jerman, sedangkan di Indonesia belum diketahui.
D. PERKEMBANGAN MORFOLOGI
Menurut Schaerlaekens (1977), diferensiasi morfologi itu meliputi tiga hal penting yaitu
• Pembentukan aktajamak
• Pembentukan diminutiesuffix (verkleinwood).
jurkje (rok anak)Contoh: jurk (rok orang dewasa)
• Perubahan kata kerja
Dalam Bahasa Indonesia, belum diketahui bagaimana perkembangan morfologi pada bahasa anak karena belum ada penelitian di bidang s tersebut.
E. PERKEMBANGAN KONSEPTUAL
Secara garis besar, hal-hal yang perlu dan harus dipelajari seorang anak sebelum ia dapat mengucapkan kalimat adalah:
• Kata benda (nama benda) dan Konsistensi obyek
• Kejadian-kejadian (events)
• Skema aksi (action schemes)
• Kausalitas
Setelah seorang anak mengerti keempat hal terebut diatas berarti ia siap untuk mengaktifkan atau mengekspresikan skema aksi yang ada dalam alam pikirannya disampaikan melalui kalimat-kalimat.
1. Konseptualisasi
2. Psikologi kognitif
3. Psikologi kognitif
F. PERKEMBANGAN BAHASA ANAK
Sejarah studi bahasa anak dibagi dalam dua periode, yaitu periode sebelum tahun 1960 dan sesudah 1960.
1. Studi Sebelum Tahun 1960
2. Studi Sesudah Tahun 1960
G. TUTURAN ANAK (CHILD SPEECH) MEKANISME PEROLEHAN BAHASA PADA ANAK-ANAK
1. Stage I
Tuturan anak pada stage I terdiri dari kalimat telegram dan pivot open grammar.
a. Kalimat telegram 9telegraphic speech)
Bown dan fraser (1963) mengungkapkan bahwa tuturan anak apa stage I, awalnya sangat mirip dengan kalimat telegram. Artinya, anak memformulasikan pesan (message) dengan car yang sependek mungkin seperti halnya orang dewasa mengirim telegram.
b. Privot Open Grammar
Mengenai Pivot pen Grammar telah dibahas pada bab II
2. Stage II
Tuturan anak pada stage II ini tertutup meliputi penguasaan penggunaan morfem imbuhan.
H. MEKANISME PEROLEHAN BAHASA PADA ANAK – ANAK
Dalam sejarah perkembangannya teori-teori psikolinguistik tentang perolehan bahasa pada anak-anak mulai meninggalkan kedua pendekatan tersebut secara murni dan menemukan suatu model baru dalam pendekatan yang lebih mempersoalkan bahasa dari segi prosesnya tanpa mengabaikan segi-segi posipositifnya.
3. Pandangan empiris yang murni / ekstrim
Inti pandangan empiris yang murni ini ialah language is a function of reinforcement. Orang tua mengajar anaknya berbicara dengan memberikan reinforcement (penguatan) terhadap tingkah laku verbal.
4. Pandangan aliran rasionalis murni / ekstrim
Dari sudut pandang aliran nasionalis, bahasa adalah suatu kemampuan yang khas dipunyai manusia. Selain itu, Chomsky dan kawan-kawan menganggap perolehan bahasa tidak diperoleh dengan cara induksi seperti diterangkan oleh aliran empiris, melainkan karena manusia secara biologis memang sudah diprogramkan (prepgrammed) untuk memperoleh bahasa.
5. Model Proses Atau Analisis Strategi (Strategy Analysis)
Pandangan yang terbaru mengenai perbedaan bahasa pada anak-anak ialah pandangan yang disebut model proses (process models) atau analisis strategi (strategy analysis).

I. PENGUKURAN KEMAMPUAN BAHASA PADA ANAK-ANAK
Ada beberapa macam tes untuk mengukur kemampuan berbahasa pada anak-anak. Pengukuran kemampuan berbahasa dan perkembangannya paling sedikit mempunyai tiga fungsi

PSIKOLINGUISTIK TERAPAN

Psikolinguistik terapan adalah aplikasi teori-teori linguistik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bab ini akan dibahas beberapa bidang terapan yang dianggap penting, yaitu yang menyangkut hal membaca, patologi bahasa, kedwibahasaan dan pengajaran bahasa asing.
A. Hal Membaca
Membaca adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan kita dewasa ini. Usaha disamping membaca dianggap penting untuk komunikasi, juga karena membaca berkaitan erat dengan menulis.
1. Membaca Untuk Mengerti Bunyi
Dalam initial reading, seorang anak harus belajar mengenal fenom kemudian menggabungkan (blending) beberapa fonem menjadi suatu suku kata atau kata
2. Membaca Untuk Mengerti Arti (Advanced Reading)
Apabila dalam suatu bahasa, penguapannya mendekati pengerjaannya (apabila bahasa itu mempunyai pengucapan fonem tetap), maka sistem alphabetic dapat digunakan, tetapi bilamana ada perbedaan antara pengucapan dan pengerjaan, maka sistem logographic sesuai untuk dipakai.
3. Dyslexia
Dyslexia adalah kesukaran dalam membaca yang tidak didasari oleh gangguan neurologis, tidak ada bukti tentang adanya kerusakan otak atau gangguan organis lainnya.
4. Aphasia
Untuk pertama kalinya, aphasia dikenal sebagai penyakit yang terpisah pada tahun 1961, oleh seorang ahli saraf (neurology) Perancis bernama Broca.
5. Bahasa Orang Tunarugu
Kesukaran pada anak-anak atau orang-orang tunarungu ialah mereka tidak dapat mendengar suara yang mereka produksi untuk mendapatkan umpan balik.
6. Beberapa Cara Mengukur Kedwibahasaan
W.E. Lambert telah mengemabngkan suatu alat untuk mengukur kedwibahasaan dengan mencatat hal-hal berikut.
• Waktu reaksi seseorang terhadap dua bahasa.
• Kecepatan reaksi dapat diukur pula dari bagaimana seseorang melaksanakan perintah-perintah yang diberikan dalam bahasa yang berbeda.
• Kemampuan seseorang melengkapkan suatu perkataan
• Mengukur kecenderungan (preferences) pengucapan secara spontan.
7. Hubungan Antara Kewibahasaan Dengan Intelingensi
Studi dari lambert telah mengontrol faktor sosial ekonomi, mendapatkan hasil yang sebaliknya dimana anak-anak dwibahasa dalam hal IQ sedikit lebih tinggi dari pada anak ke bahasa.
8. Hubungan antara kedwibahasaan dengan fungsi kognitif
Dikatakan bahwa anak dwibahasa memperoleh ‘flexibility set’ yang berguna dalam tugas-tugas berpikir yang berbeda, dimana dituntut adanya originalitas dan daya temu (inventiveness), yang berarti kedwibahasan mempunyai efek positif terhadap fungsi kognitif.
B. PENGAJARAN BAHASA ASING
Dipertanyakan apakah ada kesamaan dalam hal seseorang anak belajar bahasa pertamanya (bahasa ibu) dengan orang dewasa atau anak belajar bahasa asing. dalam kenyataannya, ternyata sukar untuk mencari pararelitas antara keduanya dan yang nampak justru lebih banyak perbedaannya dari pada kesamaannya.
C. METODA MENGAJAR BAHASA ASING
Ada tiga metode umum yang telah dipergunakan dalam pengajaran bahasa, yaitu
a. Metoda Grammar Translation
b. Metoda adiolingual
c. Metoda code learning

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar